Khutbah Idul Fitri 2019 Terbaru

Khutbah Idul Fitri 2019 Terbaru

Posted on

Khutbah Idul Fitri merupakan salah satu dari rukun yang ada pada saat shalat idul fitri, di hari raya idul fitri inilah kaum muslimin seluruh dunia merayakan kemenang. Kemenangan dalam menyelesaikan kewajiban ibdah puasa ramadhan selama satu bulan penuh dan kemenangan dalam fitrah yang suci, seperti terlahir kembali kedunia.

الله أكبر X 9

الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا…

الحمد لله الذي جعل العيد من أعظم شعائر الإسلام وجعله كرامة لجميع الأنام ، أحمده على مواهبه العظام . أشهد أن لا اله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن سيدنا محمدا عبده ورسوله ، رسول أمر بإقامة الجمع والأعياد في الأمصار والبلاد .

اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه عدد أهل القرية والبواد .

أما بعد …

فيا عباد الله … اتقوا الله واعلموا أنه قد نزل بساحتكم يوم العيد وهو يوم البركة والمزيد ويوم تسبيح وتحميد وتهليل وتكبير وتمجيد ، فمجدوه حق التمجيد بالتكبير والتهليل والتحميد تنالوا المغفرة من الله المجيد .

قال النبي صلى الله عليه وسلم : زينوا أعيادكم بالتكبير والتمجيد والتقديس

Maha besar Allah yang telah memberikan kepada kita begitu banyak kenikmatan dan karunia yang tak terhingga yang kita tidak akan mampu untuk menghitungnya karena kewajiban kita adalah untuk mensyukurinya bukan untuk menghitung hitungnya.

Maha besar Allah yang telah memberikan kita nikmat panjang umur, sehat wal ‘afiyah dibarengi dengan taufiq serta hidayahnya hingga di pagi yang mulia ini kita bisa berkumpul bersama-sama mensyi’arkan hari kebesaran kaum muslimin dengan kumandang kalimat takbir, tahmid dan tahlil atas kebesaran Allah karena telah mengantarkan kita sampai kepada hari kemenangan ini.

Ma’syirol muslimin wal muslimat …..

Sebulan penuh lamanya kita telah menjalankan kewajiban ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya serta sebulan penuh lamanya kita juga telah melatih hawa nafsu kita agar senantiasa patuh kepada perintah-perintah Allah dan menghindari larangan-larangannya. Pada kesempatan kali ini kami akan menyampaikan 2 poin sebagai inti pembahasan khutbah.

Pertama adalah kita harus mengetahui untuk siapakah hari kemenangan ini? Hari raya Idul fitri sebagai hari kemenangan bukan hanya untuk yang mengenakan pakaian baru atau mewah, bukan hanya untuk yang tampil menawan dan anggun di hari raya ini, tetapi hari raya Idul fitri yang sesungguhnya adalah seperti yang dikatakan oleh Sayyidina Ali bin Abi Tholib:

“hari ini kita punya ‘id, besok kita punya ‘id dan setiap hari kita tidak bermaksiat kepada Allah maka itu juga hari ‘id”.

Itulah hari hari ‘id yang sesungguhnya hari saat terdapat perubahan pada pribadi kita yakni saat ketaqwaan kita dan taat kita kepada Allah semakin bertambah. Kita buktikan di hari yang mulia akan bertambahnya taqwa kita kepada Allah sebagai hasil pendidikan yang kita dapatkan di bulan Ramadhan.

Maka barang siapa yang setelah melewati bulan Ramadhan semakin rajin ibadahnya, semakin bertambah taatnya maka dia termasuk orang-orang yang beruntung yang mendapatkan hari rayanya, tetapi na’udzubillah barang siapa yang setelah melewati Ramadhan semakin kembali banyak melanggar perintah dan larangan Allah mengisi hari raya dan setelah hari raya dengan kemaksiatan maka dikhawatirkan dia termasuk yang masuk dalam hadits Nabi bahwasanya malaikat Jibril pernah berkata kepada Rasulullah:

“barang siapa yang mendapatkan bulan Ramadhan tetapi dia tidak mendapatkan ampunan Allah semoga dia jauh dari rahmatNya, maka Nabi pun mengamini doa malaikat Jibril tersebut”.

Maka sebagai bukti kita mendapatkan ampunan Allah adalah setelah Ramadhan kita tetap istiqomah menjaga ketekunan ibadah yang sudah kita lakukan di bulan Ramadhan dan menjauhkan diri dari pelanggaran-pelanggaran larangan-larangan Allah.

Masyirol muslimin wal muslimat …..

Kesimpulan dari poin pertama ini adalah bahwasanya tolak ukur kemuliaan seseorang di hadapan Allah di hari yang mulia ini bukan dari pakaiannya, bukan dari penampilannya tapi yang Allah pandang adalah hati hati hambaNya. Yang paling bertaqwa adalah yang paling mulia di hadapan Allah.

Dan masing-masing dari kita mempunyai modal untuk meraih kemuliaan tersebut. Yang diberi ilmu gunakan ilmunya untuk mulia di sisi Allah, yang diberi harta gunakan hartanya untuk wasilah meraih kemuliaan yang diberi jabatan, kekuatan dan sebagainya gunakan modal tersebut untuk menggapai kemuliaan di hadapan Allah.

Mari isi hari kemenangan ini dengan kebaikan-kebaikan jangan kita isi dengan perbuatan dosa atau maksiat dari mengumbar aurat, bercampur dengan yang bukan mahromnya dan kemaksiatan lainnya.

Poin yang kedua adalah, demi meraih kesempurnaan ibadah yang telah kita lakukan di Ramadhan ada satu ibadah lagi yang tidak boleh dilupakan yang tidak kalah pentingnya yaitu hendaknya kita memperbaiki hubungan kepada sesama terlebih keluarga dan kerabat dengan menyambung silaturahmi dengan mereka. Allah ta’ala berfirman di dalam al qur’an: َ

“merekalah orang-orang yang menyambung sesuatu yang Allah perintah untuk disambung dan mereka takut kepada Tuhan mereka serta mereka takut akan hisab yang buruk”.

Sehebat apapun ibadah kita tetapi jika urusan kepada sesama tidak kita benahi maka itu semua tidak ada artinya. Diriwayatkan dalam hadits Imam Bukhori bahwa Nabi bersabda: ٌَ

“barang siapa yang mempunyai kesalahan dengan sesamanya maka mintalah maaf karena di akhirat nanti tidak ada dinar atau dirham untuk menebusnya sebelum kebaikannya diberikan kepada temannya yang dizholimi, jika dia tidak memiliki kebaikan maka dosa teman yang dizholiminya itu diberikan kepadanya”.

Terkadang banyak dari kita begitu angkuhnya merasa hebat dengan ilmunya, ibadahnya, harta atau lainnya sehingga tidak jarang dari kita ada yang belum peduli dengan kerabatnya bahkan ada yang berani dengan terang-terangan memusuhi dan memutus hubungan silaturahmi dengan kerabatnya sendiri. Tidakkah dia ingat bahwa dosa memutus silaturahmi tidak akan pernah bisa dibayar walaupun dengan ibadahnya sehebat apapun. Hendaknya kita selalu ingat sabda Rasulullah dalam haditsnya:

“paling cepatnya pahala kebaikan adalah dari perbuatan baik dan menyambung silaturahmi dan paling cepatnya hukuman kejelakkan adalah dari perbuatan keji dan memutus silaturahmi”.

Dihari yang suci ini marilah kita sucikan kembali jiwa dan hati kita. Hilangkan perasaan dengki, benci dan dendam kepada sesama, ganti itu semua dengan rasa cinta dan kasih sayang serta saling memaafkan. Itulah hakekat silaturahmi yang sesungguhnya yaitu bukan hanya sekedar mengucapkan maaf di lisan tapi juga harus diiringi dengan sambung hati.

Semoga Allah memberikan kasih sayang kepada kita semua. Saling mencintai karena Allah. Semoga Allah memberikan kasih sayang, kecintaan dalam rumah tangga kita, keluarga kita sehingga lahir dari hati kita saling perhatian, peduli dan tidak ingin ada di antara saudara-saudara kita yang tertinggal dari rombongan kemuliaan dan kebaikan.

Demikianlah khutbah idul fitri yang bisa anda gunakan dalam perayaan hari raya idul fitri nanti, pada saat shalat idul fitri dan khutbah idul fitri, terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *